Nah, kali ini Caca akan mengenalkan
tokoh fisikawan sekaligus ahli matematikawan dan ahli teknik. Waw, keren kan? Dia
juga salah satu idola Caca loh! Mau tahu siapa? Dia adalah Archimedes. Ada yang
mengidolakan Archimedes juga? Caca pengen banget seperti Archimedes, tapitapi
sayangnya IQ Caca di bawah rata-rata, uhh kasihan kan. Tapi, nggak papalah
semua yang ada di dalam hidup kita harus disyukuri kan! Nah ini biografi
tentang Archimedes, baca yuk!
ARCHIMEDES
Archimedes lahir di kota Sirakusa di
Pulau Sisilia, Italia pada tahun 287SM. Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada
waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Konon
pada suatu hari, raja Hieron II mencurigai bahwa mahkota emasnya telah dicampur
dengan perak. Raja lalu memerintahkan Archimedes untuk menyelidikinya. Archimedes
memikirkan masalah ini dengan keras. Ketika kepalanya panas karena terlalu
banyak berfikir, maka ia melepaskan bajunya dan menceburkan diri ke dalam bak
mandi umum yang penuh dengan air. Ia memperhatikan ada air yang tumpah ke
lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia segera bangkit berdiri
dan lupa mengenakan pakaiannya, ia berlari sepanjang jalan ke rumahnya dengan
telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak kepada istrinya,”Eureka! Eureka!”
yang berarti sudah kutemukan! Sudah kutemukan!”. Apa yang ditemukannya? Ia menemukan
hukum Archimedes.
Dengan menggunakan hukum ini ia akan
membuktikan apakah mahkota raja murni emas atau telah dicsmpur dengan perak
(yang massa jenisnya lebih kecil daripada emas), mahkota akan memiliki volume
yang lebih besar dan karena itu akan memindahkan lebih banyak air daripada
mahkota sama yang terbuat dari emas murni. Kisah ini berakhir dengan
ditemukannya bahwa mahkota raja tidak terbuat dari emas murni dan tukang yang
membuat mahkotanya dihukum mati.
Beberapa penemuan Archimedes yaitu
tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan
menarik sebuah kapal sendirian saja, dan ulir penaik air yang prinsipnya berdasarkan pesawat sederhana sekrup. penemuan lainnya lagi adalah suatu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit.
Dalam bidang matematika, pendekatan
Archimedes terhadap nilai phi adalah lebih teliti
daripada pendekatan oleh ilmuwan sebelumnya-nilai itu diantara 223/71 dan
220/70. Nilai rata-rata dari kedua angka ini hanya lebih kecil 0,003 daripada
nilai pendekatan modern untuk phi
Archimedes sungguh seorang ilmuwan
zaman kuno yang paling hebat. Dapat kita katakan bahwa ia adalah ilmuwan
terbesar sebelum Newton. Ia adalah ahli matematika, fisika, teknik astronomi,
pengarang, dan penemu. Ia juga mendapat julukan Bapak IPA Eksperimental karena
mendasarkan penemuannya pada eksperimen. Ia terbunuh pada tahun 212 SM ketika
bangsa Romawi menaklukkan kotanya.
Nah, itu tadi biografi tentang
Archimedes. Menarik bukan? Saya sampai-sampai membayangkan diriku sebagai
Archimedes yang punya IQ 200. Ahh, pengennya seperti Archimedes. Semoga
bermanfaat, kawann!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar