Kamis, 11 Desember 2014

TOKOH KITA ARCHIMEDES


            Nah, kali ini Caca akan mengenalkan tokoh fisikawan sekaligus ahli matematikawan dan ahli teknik. Waw, keren kan? Dia juga salah satu idola Caca loh! Mau tahu siapa? Dia adalah Archimedes. Ada yang mengidolakan Archimedes juga? Caca pengen banget seperti Archimedes, tapitapi sayangnya IQ Caca di bawah rata-rata, uhh kasihan kan. Tapi, nggak papalah semua yang ada di dalam hidup kita harus disyukuri kan! Nah ini biografi tentang Archimedes, baca yuk!
ARCHIMEDES
            Archimedes lahir di kota Sirakusa di Pulau Sisilia, Italia pada tahun 287SM. Ia belajar di kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Konon pada suatu hari, raja Hieron II mencurigai bahwa mahkota emasnya telah dicampur dengan perak. Raja lalu memerintahkan Archimedes untuk menyelidikinya. Archimedes memikirkan masalah ini dengan keras. Ketika kepalanya panas karena terlalu banyak berfikir, maka ia melepaskan bajunya dan menceburkan diri ke dalam bak mandi umum yang penuh dengan air. Ia memperhatikan ada air yang tumpah ke lantai dan seketika itu pula ia menemukan jawabannya. Ia segera bangkit berdiri dan lupa mengenakan pakaiannya, ia berlari sepanjang jalan ke rumahnya dengan telanjang bulat. Setiba di rumah ia berteriak kepada istrinya,”Eureka! Eureka!” yang berarti sudah kutemukan! Sudah kutemukan!”. Apa yang ditemukannya? Ia menemukan hukum Archimedes.
            Dengan menggunakan hukum ini ia akan membuktikan apakah mahkota raja murni emas atau telah dicsmpur dengan perak (yang massa jenisnya lebih kecil daripada emas), mahkota akan memiliki volume yang lebih besar dan karena itu akan memindahkan lebih banyak air daripada mahkota sama yang terbuat dari emas murni. Kisah ini berakhir dengan ditemukannya bahwa mahkota raja tidak terbuat dari emas murni dan tukang yang membuat mahkotanya dihukum mati.
            Beberapa penemuan Archimedes yaitu tentang prinsip matematis tuas, sistem katrol yang didemonstrasikannya dengan menarik sebuah kapal sendirian saja, dan ulir penaik air yang prinsipnya berdasarkan pesawat sederhana sekrup. penemuan lainnya lagi adalah suatu rancangan model planetarium yang dapat menunjukkan gerak matahari, bulan, planet-planet, dan kemungkinan konstelasi di langit.
            Dalam bidang matematika, pendekatan Archimedes terhadap nilai phi adalah lebih teliti daripada pendekatan oleh ilmuwan sebelumnya-nilai itu diantara 223/71 dan 220/70. Nilai rata-rata dari kedua angka ini hanya lebih kecil 0,003 daripada nilai pendekatan modern untuk phi
            Archimedes sungguh seorang ilmuwan zaman kuno yang paling hebat. Dapat kita katakan bahwa ia adalah ilmuwan terbesar sebelum Newton. Ia adalah ahli matematika, fisika, teknik astronomi, pengarang, dan penemu. Ia juga mendapat julukan Bapak IPA Eksperimental karena mendasarkan penemuannya pada eksperimen. Ia terbunuh pada tahun 212 SM ketika bangsa Romawi menaklukkan kotanya.
            Nah, itu tadi biografi tentang Archimedes. Menarik bukan? Saya sampai-sampai membayangkan diriku sebagai Archimedes yang punya IQ 200. Ahh, pengennya seperti Archimedes. Semoga bermanfaat, kawann!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar